Kamis, 20 Februari 2020

TOKOH REPUBLIK (1)

BUNG KARNO & HARI-HARI BERSEJARAH DI AWAL NKRI (1)

Oleh: Hendy UP *)

[Catatan ini ditukil dari: (1) Buku Seri Dokumenter "HARI-HARI TERAKHIR BUNG KARNO". Penerbit Vision-03, PT. Visi Gagas Komunika Depok; Jakarta, Agustus 2006, 66 hal. (2) Buku API SEJARAH: MAHAKARYA PERJUANGAN ULAMA DAN SANTRI DLM MENEGAKKAN NKRI (Jilid 1 dan 2), karya Ahmad Mansur Suryanegara. Penerbit Surya Dinasti, Bandung. Cetakan ke-1, edisi revisi, Maret 2016. Total 597 + 597 hal; (3) Buku "NEGARA PARIPURNA: HISTORISITAS, RASIONALITAS, DAN AKTUALITAS PANCASILA" karya Yudi Latif. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, cet ke-1, Jakarta, 2011. 667 hal].

● 6 Juni 1901 :
Soekarno lahir di Lawang Seketeng, Surabaya, Jawa Timur. Nama awal yang diberikan orangtuanya adalah Koesno.

●1915:
- Tamat Europeshe Lager School di Mojokerto, Jawa Timur.
- Soekarno dikhitan (sunatan/Islam).

● 1917:
Mendirikan Trikoro Dharmo yg kemudian berubah menjadi Jong Java.

● 1920:
Menikah (pertama) dengan Siti Oetari putri Haji Oemar Said (HOS) Tjokro Aminoto.

● 10 Juni 1921:
Tamat dari Hooger Burger School (HBS) di Surabaya.

● 24 Maret 1923:
Menikah (kedua) dengan Ny. Inggit Garnasih di Bandung.

● 25 Mei 1926:
Tamat dan lulus dari Technische Hoge School (THS) Bandung dengan gelar 'civiel ingeneur'. THS kelak menjadi Institut Teknologi Bandung.

● 1926:
Menulis artikel tentang "Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme".

● 26 Juli 1926:
Mendirikan Biro Insinyur Soekarno & Anwari di Bandung (Jln. Dewi Sartika/Regensweg No. 22).

● 4 Juli 1927:
Mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).

● 1928:
Mulai mengajarkan TRILOGI-nya yang terkenal dengan: Nationale Geest, Nationale Wil, Nationale Daad. Bahwa: "Revolutie is daad; Revolutie is niet een decreet van achter de schriff-tafel".

● 18 Agustus 1930:
Dihadapkan ke Pengadilan Kolonial di Bandung, dan keluar pidato pembelaannya "Indonesia Menggugat".

● 1932:
Mendirikan Biro Insinyur Soekarno & Rooseno di Bandung (Jl. Banceuy No. 18).

● 1934:
Dibuang ke Endeh Flores. Banyak belajar tentang Islam dan banyak menulis artikel ttg keislaman. Terbit risalah yang terkenal "Surat-Surat Islam dari Endeh". Menderita sakit malaria tropika; sehingga Moh. Husni Thamrin protes kepada Kolonial di Volksraad; dan akhirnya memindahkan Bung Karno ke Bengkulu.

● 1938:
Bung Karno dibuang ke Bengkulu. Aktif di organisasi Muhammadiyah, menjabat sbg Ketua Bagian Pengajaran Muhammadiyah Daerah Bengkulu; aktif menulis artikel tentang ke-Islaman.

● 9 Juli 1942:
Dipindahkan ke pulau Djawa.

● 9 Maret 1943:
Membentuk POETERA (Poesat Tenaga Ra'jat). Tampaknya Bung Karno berkolaborasi dengan Djepang (sebuah strategi) selama pendudukan Djepang. Fokus mempersiapkan tenaga rakyat untuk mewujudkan kemerdekaan RI kelak.

● Juni 1943:
Menikah dengan Fatmawati binti H. Hasan dari Bengkulu (Tokoh organisasi Muhammadiyah).

● 1 Juni 1945:
Bung Karno menyampaikan pidato di depan sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dikenal HARI LAHIRNYA PANCASILA.

● 22 Juni 1945:
Lahirnya Piagam Djakarta.

● 17 Agustus 1945:
Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

● 18 Agustus 1945:
Pengesahan UUD 1945. Bung Karno dipilih sebagai Presiden dan Bung Hatta sebagai Wakil Presiden pertama RI.

● 5 Oktober 1945:
Dekrit Presiden tentang pembentukan Angkatan Perang.

● 4 Januari 1946:
Bung Karno pindah Yogyakarta.

● 3 Juli 1946:
Usaha pembunuhan (pertama) terhadap Presiden Soekarno yg terkenal dengan "Peristiwa Tiga Juli".

● 25 Maret 1947:
Perjanjian Linggarjati oleh Sutan Sjahrir.

● 21 Juli 1947:
Aksi Militer Belanda Pertama.

● 17 Januari 1948:
Perjanjian Renville ditandatangani oleh Mr. Amir Sjarifuddin.

● 18 September 1948:
Pemberontakan PKI meletus di Madiun yang dipimpin oleh Muso.

● 19 Desember 1948:
Aksi Militer Belanda Kedua. Yogyakarta diduduki oleh Belanda. Bung Karno bersama2 pejuang pemimpin bangsa lainnya dibuang/diasingkan ke Brastagi dan Prapat SUMUT, dan dipindahkan ke Bangka.

● 6 Juli 1949:
Bung Karno dkk dikembalikan ke Yogyakarta setelah Perjanjian di Kapal "Roem van Royen".

[Bersambung...]

0 komentar:

Posting Komentar