Senin, 08 Juni 2026

MEMILIH KETUA RT


Catatan: Hendy UP *]

    Baru saja keluar dari rest area Km~294 B tol Pejagan, berderinglah notifikasi WA. Sembari menikmati duet lawas Ebiet~Iwan "Titip Rindu Buat Ayah" pilihan sopirku, aku mulai mencermati tumpukan chat WA yang tertunda di masjid At-Taqwa di kompleks rest area tadi. 
    Rupanya ada beberapa panggilan tak terjawab, berikut kiriman kopifoto undangan pemilihan ketua RT. Kubaca dengan saksama, ah... masih empat hari lagi. Insyaa Alloh aku bisa ikut nyoblos! 
    Lalu,  aku kembali menikmati barisan pohon Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus) yang menyemburatkan aneka warna: kuning, ungu, pink dan magenta, berjajar lurus menentara sepanjang kiri~kanan jalan tol Pejagan~ Palimanan. ***
    Tentang pilihan ketua RT, menurut info yang beredar di dunia maya dan tervalidasi oleh mesin Generative Pre-trained Transformer (GPT) bahwa pada Juni 2026 ini bakal ada pilihan serentak bagi 528 ketua RT di 72 kelurahan dalam wilayah Kota Lubuklinggau SUMSEL. 
     Maka, tibalah Kamis pagi 4 Juni 2026 kemarin. Menjelang mentari naik sepenggalah buluh, aku bersijingkat menuju TPS mini yang berjarak hanya sepelemparan batu dari rumahku. 
     Entah kenapa, setiap ada perhelatan demokrasi baik di level akar rumput maupun di pucuk tinggi batang sialang, sungguh aku selalu sangat bersemangat jiwa. Barangkali mirip suasana hati para santri Gontor dalam memaknai frasa "ar~rohah fi tabadulil a'mal" menjelang libur panjang bulan Sya'ban, walaupun bukan berarti full leha-leha tanpa muroja'ah harian. 
    Atau, mungkin juga ada kaitannya dengan titik 'milestone' jejak hidupku dahulu, ketika pertama kali ikut nyoblos Pemilu Legislatif pada 2 Mei 1977, yang menyisakan pengalaman unik saat diinterogasi oleh Danramil yang berkumis baplang nan menyeramkan. Kala itu, aku terlalu bersemangat menyuarakan gagasan oposisi dari perkotaan yang menentang partai Golkar di kampungku. 
    Yaa, tibalah aku di TPS mini Karangketuan yang mulai ramai. Aku bersalam- salaman, menyerahkan undangan, ngobrol kiri~kanan sembari menunggu panggilan nyoblos. Dari  kursi antrian, kami menyaksikan kesibukan panitia. Ada ketua Sunardi bersama empat anggota yang sesekali nyeruput kopi hangat, melengkapi ritual ngodod nan berasap-masap. Ada pula yang membolak-balikkan tumpukan berkas di atas map heckter berwarna dongker. 
    Tepat pukul 7.30-an acara dimulai. Diawali pidato tentang tata cara nyoblos, nama & nomor urut calon, jumlah KK dan hal-ikhwal aturan pemilihan. Walaupun tidak dijelaskan detail, intinya adalah perihal Peraturan Walikota Lubuklinggau No. 8 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemilihan & Pedoman Penyelenggaraan Ketua RT/RW.
    Di RT kami ternyata ada tiga calon, seorang wanita dan dua lelaki: Desi Widya Astuti, Muhadi dan Bambang BK. Aku bergumam dalam hati, kok banyak juga peminatnya!  Padahal ikhwal ngurusi warga yang heterogen bukanlah hal yang mudah. Memangnya berapa sih gajinya?! 
    Setelah melakukan Chat~GPT, ternyata gaji ketua RT di Lubuklinggau tahun 2026 ini sebesar Rp 1,2 juta per bulan. Sekadar pembanding, gaji ketua RT di DKI Jakarta tahun 2026 kini adalah sebesar Rp 2,5 juta.
    Sesudah pencoblosanku kelar, aku tak langsung pulang. Aku mengamati tetangga yang terus bergantian ke bilik TPS. Agaknya tak ada TIMSES yang sibuk menjemput warga untuk datang ke TPS, seperti tatkala Pileg dua tahun lalu. Aku berpikir bahwa perhelatan demokrasi tingkat RT ini lebih genuin ketimbang acara Pilpres, Pileg dan Pilkada yang kadang nyata-nyata dibayangi tudung oligarki di bawah rimbunnya pohon jengkol. 
    Petangnya, aku mendapat laporan dari Ketua RT bahwa perhitungan akhirnya adalah: Desi Widya Astuti meraup 97 suara, Muhadi 34 suara dan Bambang BK 24 suara. Suara tidak sahnya satu.
    Sungguh aku bersyukur telah mengikuti prosesi demokrasi yang paling azasi: memilih pemimpin secara langsung tanpa intervensi, setulus hati. Semoga ketua RT 03 yang baru kelak, senantiasa amanah dan diberi kekuatan oleh Alloh SWT dalam membangun warganya. Aamiin yaa Robbal'alaamiin. 

*] Muarabeliti SUMSEL, 5 Juni 2026

0 komentar:

Posting Komentar